ISU PUNGLI PAWAI KEMERDEKAAN TERJAWAB, TIDAK ADA PUNGUTAN, HANYA SALAH KOMUNIKASI

Terkini 14 Aug 2026 22:09 2 min read 706 views By Rudianto
ISU PUNGLI PAWAI KEMERDEKAAN TERJAWAB, TIDAK ADA PUNGUTAN, HANYA SALAH KOMUNIKASI
Kabar sempat beredar di tengah masyarakat menyebutkan ada pungutan uang atau pungutan liar bagi lembaga pendidikan, sekolah, maupun panti asuhan yang hendak ikut meramaikan pawai peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke‑81 di Kabupaten Merangin. Isu ini sempat membuat banyak pihak ragu dan kecewa—namun ternyata sama sekali TIDAK BENAR.

Lidikperistiwahukum, MERANGIN – Kabar sempat beredar di tengah masyarakat menyebutkan ada pungutan uang atau pungutan liar bagi lembaga pendidikan, sekolah, maupun panti asuhan yang hendak ikut meramaikan pawai peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke81 di Kabupaten Merangin. Isu ini sempat membuat banyak pihak ragu dan kecewanamun ternyata sama sekali TIDAK BENAR.

Ketua Panitia Pelaksana yang juga ditunjuk Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merangin, Kabid PTK Indra Masyhuri, memberikan penjelasan tegas dan jernih dan mengatakan, “Isu yang menyebutkan adanya pungutan uang agar boleh ikut berpartisipasi itu TIDAK BENAR SAMA SEKALI! Saya sudah langsung menghubungi Bapak H. Fadinal, S.E., selaku pengawas Yayasan Panti Dhuafa untuk meluruskan hal ini. Ternyata terjadi kesalahpahaman dan salah tangkap pesan—guru yang menghubungi awalnya belum menyampaikan informasi dengan jelas hingga menimbulkan persepsi yang keliru.”

Setelah dibuka jalur komunikasi yang baik, pihak Yayasan Panti Dhuafa menyampaikan kelegaan sekaligus kejelasan lewat pesan tertulis, “Alhamdulillah… Ba’da shalat Isya ada komunikasi dengan sahabatku Indra selaku Ketua Panitia. Sudah jelas, Beliau menyampaikan: “Silakan Panti Dhuafa ikut berpartisipasi!’ Aku lah lama kenal Dhuafa bang, ucapnya.

“Melalui pesan ini terjawablah semuanya. Silakan Dhuafa ikut serta, Mohon maaf yang sebesarbesarnya atas kesalahpahaman dan salah persepsi ini.” Tegasnya Kembali.

Dari kejadian ini terungkap, tidak pernah ada aturan maupun permintaan membayar uang sepeser pun untuk boleh ikut merayakan kemerdekaan, kebersamaan adalah tujuan, bukan uang. Kemerdekaan adalah milik kita semua pawai dan kegembiraan ini terbuka untuk siapa saja, tanpa terkecuali, tanpa syarat.

“Kita merayakan kemerdekaan untuk menyatukan hati rakyat, bukan memisahkan atau membebani. Siapa saja yang ingin berpartisipasi sekolah negeri, swasta, maupun panti asuhan semuanya DIPERSILAKAN! Justru kehadiran kalianlah yang membuat hari ini makin meriah,” tegas Indra Masyhuri.

Isu yang sempat beredar ternyata murni salah paham & salah sampaikan pesan. Semoga ini jadi pelajaran: kalau ragu—bertanyalah yang benar, biar tidak tumbuh dugaan yang menyakiti. Mari kita bergandengan tangan, merayakan kemerdekaan dengan hati yang bersih dan sukacita yang tulus.

 Reporter : Rudianto

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Recent Articles